BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manusia
sebagai makhluk individu, keluarga dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau
berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah
berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri
dari ‘Saya’, ‘Anda’ dan ‘Mereka’ yang memiliki kehendak dan keinginan hidup
bersama. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk
sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan kehidupan
berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada. Para sosiolog
mengartikan masyarakat sebagai sebagai kelompok di dalamnya terdapat
orang-orang yang menjalankan kehidupan bersama sebagai satu kesatuan yang
diikat melalui kerjasama dan nilai-nilai tertentu yang permanen.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan
individu, keluarga, dan masyarakat?
2. Bagaimana hubungan antara individu,
keluarga, dan masyarakat?
3. Apakah problematika individu,
keluarga, dan masyarakat?
C. Tujuan
Permasalahan
1. Mengetahui
Tentang Individu
2. Mengetahui
Tentang Keluarga
3. Mengetahui
Tentang Masyarakat
4. Mengetahui problematika
individu, keluarga, dan masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A. Individu
Individu berasal dari
kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan
berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat
Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia
yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam
dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa,
rasio, dan rukun.
a) Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang
dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan
hakikat yang sama
b) Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap
objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut
dengan keindahan
c) Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia
untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri
tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca
indera.
d) Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk
sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara
harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia
untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat
‘Dendra Sudiaman,Makalah Ilmusosial
dasar ,Individu ,Keluarga dan Masyarakat
dasar
html,pada tanggal 12 Oktober 2017 pukul 20.30
B. Keluarga
Keluarga
adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat dengan
adanya hubungan perkawinan atau darah. Keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan
anak biasanya di sebut dengan keluarga inti. Keluarga ini memiliki fungsi
dimana individu-individu itu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari
sesamanya,serta keamanan dalam hidupnya.
Selain
itu dalam keluarga inti, anak-anak yang masih belum berdaya mendapat pengasuhan
dan pendidikan pertama kali, Mattewatie anna ( dalam Kuntjraningrat1990 :110)
Namun menurut sebagian masyarakat bahwa yang disebut keluarga tidak hanya
terdiri dari ayah, ibu dan anak akan tetapi orang yang hidup serumah bisa saja
di sebut keluarga dengan ada atau tidaknya hubungan darah.
Dalam
suatu keluarga, apa lagi keluarga itu tidak terdiri dari ayah-ibu dan anak
masih ada orang lain yang hidup bersama dalam satu rumah, maka dirasa cukup
rawan konflik. Ini tentunya dalam keluarga tersebut ada aturan-aturan tertentu
yang harus di patuhi, namun belum tentu diterima oleh anggota di keluarga inti.
Pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam norma atau aturan yang
terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu seperti: keagamaan, sopan santun (tata
karma), sosialisasi, pendidikan, kejujuran dan lainnya.
Ada
bebrapa faktor dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, antara
lain :
1.Agama adalah
sikap masyarakat atau kelompok manusia terhadap kekuasaan dan kekuatan mutlak
yang dianggap atau diyakini sebagiai suatu yang menentukan atau berperan
menentukan kepentingan nasib sekelompok manusia itu sendiri, yang kemudian
menjadi suatu sistem untuk mengatur antar hubungan antar manusia dengan Tuhan,
dunia gaib, dan antara manusia dan sesama manusia dengan lingkungan.
Dalam
kehidupan manusia, khususnya masyarakat Indonesia agama merupakan salah satu
unsur yang sangat penting. Hal itu terbukti dengan di masukkannya keTuhanan
Yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam Pancasila, yang merupakan dasar
Negara. Ini menujukan bahwa masyarakat Indonesia menghargai suasana kehidupan yang
bersifat keagamaan.
Dalam
pendidikan agama, nilai moral menduduki tempat yang sangat penting. Artinya
pendidikan agama lebih cenderung mementingkan nilai moral, pentingnya
pendididkan agama pada kehidupan masyarakat, sebab di dalamnya terkandung
kejujuran, kebenaran, keadilan, dan pengabdian. Bagi warga masyarakat yang
beragama diharapkan dalam kehidupannya dapat bertingkah laku secara baik (
bermoral) .Artinya orang tersebut dapat bertingkah laku sesui dengan
nilai-nilai moral yang berlaku dalam suatu kelompok.
Nilai-nilai
itu tentunya antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Pada kehidupan
keluarga,orang tua pada umumnya mengharapkan supaya anaknya tumbuh dan
berkembang menjadi orang yang baik, soleh atau soleha, anak di harapkan tidak
terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang nista, yang dapat merugikan orang
lain . Apabila seseorang menginginkan keluarganya sejahtera, salah satunya
menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan amoral atau tercela dengan kata
lain keluarga tersebut tentunya dapat dengan baik melaksanakan ibadah agamanya.
para orang tua pada umumnya menyadari pentingnya pendidikan agama pada
anak-anak. Hal ini berdasarkan dari pandangan mereka terhadap agama sebagai
pedoman atau tuntunan hidup.menurut mereka apabila anak tidak mendapatkan
pendidikan agama prilaku anak cenderung sulit dikendalikan. Ini di karenakan
anak tidak merasa mampunyai beban moral, bila melakukan tindakan kurang
terpuji.
2,Tata karma.
Tata
karma atau sering pula yang disebut sopan santun adalah aturan yang berlaku
dalam kehidupan atau pergaulan dalam masyarakat, yang sudah berlaku secara
turun temurun. Dengan adanya tata krama dan sopan santun yang baik dalam
pergaulan di masyarakat diharapkan akan tercipta suatu ketenangan dan
ketentraman hidup.
Di
sini orang tua punya peranan yang sangat penting, orang tua dianggap sebagai
tuntunan atau panutan dari anak-anaknya. Dalam menanamkan nilai-nilai tata
krama para orang tua sering menemui hambatan, antaranya adanya pandangan dari
generasi muda, bahwa nasehat orang tua sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan
masa sekarang. anggapan seperti itu sungguh sangat memprihatinkan, karena bila
nasehat orang tua sudah tidak di dengar atau di perhatikan anak, anak cenderung
lepas kendali, dan bisa berbuat semaunya sendiri.
Untuk
mengatasi keadaan ini salah satunya orang tua berusaha menanamkan adab tata
karma sejak anak masih kecil, karena anak masih kecil belum terpengaruh
sehingga lebih mudah untuk di arahkan ke prilaku yamg positif.
3, Perlindungan.
Dalam
kehidupan di masyarakat, keluarga merupakan tempat berlindung yang pertam kali
dan paling penting bagi anggotanya. secara sosial budaya keluarga sebagai
pelindung pertama bagi anak-anaknya. Anak selalu dididik, diarahkan dan
dilindungi dari pengaruh linkungan khususnya yang negative bagi perkembangan
jiwanya. semetara secara fisik keluarga berusaha melindungi atau menghindarkan
anak-anak dari serangan penyakit yang dapat mengakibatkan terganggunya
perkembangan fisik atau bahkan merenggut jiwanya.
Perlindungan
non fisik bagi perkembangan anak menurut sebagian besar masyarakat memang
diperlukan.hal ini dikarenakan jika tidak dibekali dari awal tentang
masalah-masalah sosial yang nantinya di hadapi dalam pergaulan di masyarakat,
mereka khawatir anaknya cenderung terpengaruh perilaku yang negative.
Perlindunga bagi anak-anak sangat penting dalam kehidupan suatu keluarga, dalam
satu kehidupan harus ada keterbukaan supaya anak mempunyai keberanian meminta
atau mengemukakan masalah yang sedang di hadapinya.
Dengan
adanya keterbukaan, maka anak akan merasa di lindungi. Anak merasa keluarga
sebagai tempat berlindung yang pertama. Anak merasa terayomi oleh keluarga,
khususnya orang tua. Kalau perlindungan yang dicari tidak dapat diperoleh dalam
keluarga, anak akan mencari perlindungan yang lain di luar keluarganya. Jika
hal itu terjadi, orang tua akan mengalami kesulitan untuk mengontrol perilaku
anak terutama disaat di luar rumah.
Untuk
itu kalau bisa anak sejak dini mulai diperkenalkan dengan nilai yang kiranya
dapat melindungi dari perbuatan tercela atau perilaku yang tidak sesuai dengan
norma-norma yang berlaku di masyarakat supaya bisa terhindar dari hal-hal yang
negative,orang tua dituntut mampu memberikan perhatian kepada anak dan juga
mampu menjadi figur yang diteladani oleh anak.Keluarga juga sebagai pelindung
terhadap perkembangan fisik anak-anak. Pekembangan fisik yang dimaksud dalam
kontek ini adalah tentang kesehatan bagi anggota keluarganya.
4,Keharmonisan.
Hormonis
sama dengan selaras atau serasi. Jadi yang dimaksud dalam kontek ini adalah
keselarasan atau keserasian hubungan antar individu didalam satu keluarga yang
terdiri dari beberapa individu. Oleh karena hubungan selaras yang disebut
harmonis ini merupakan suatu cita-cita setiap orang dalam mengarungi kehidupan
berumah tangga. Namun demikian untuk mencapai nilai ideal seperti diatas
kiranya tidaklah mudah. Sebab bagaimanapun dalam kehidupan keluarga tidak akan
lepas sama sekali dari permasalahan atau konflik. Hanya saja tinggal bagaimana
keadaan konflik tersebut, apakah hanya temporer dan mampu diatasi atau sering
bahkan menjurus ke perpecahan.
Menurut
Anna Mattewatie (Dalam matindas 1997:6) “ konflik dalam sebuah keluarga sangat
diperlukan.Sebab melalui konflik setiap pihak akan belajar mengenali individu
secara lebih mendalam. Meski begitu tidaklah semua konflik yang ditampilkan
lewat berbagai reaksi perilaku itu bermanfaat bagi kehidupan keluarga.” Dalam
kehidupan keluarga, nilai keharmonisan memang sangat perlu untuk selalu di junjung
tinggi. Konflik dalam keluarga dianggap wajar, asal tidak berlebihan dan dapat
cepat diatasi. Menurut anna mattewatie (dalam Sumbung 1993:9) “keharmonisan
atau kasih sayang mempuyai fungsi sebagai suatu perwujudan bahwa hakikatnya
manusia haruslah saling mencintai dan mengasihi sesama anggota keluarga.
Untuk
itu setiap anggota keluarga diharapkan mampu melakukan komunikasi dan mau
menghargai serta saling pengertian”. Yang lebih penting adalah kedekatan
hubungan orang tua dengan anak yang dibutuhkan anak bukan pemenuhan materi,
namun pemenuhan perhatian, kasih sayang yang diberikan orang tua kepada
dirinya.keluarga yang harmonis memang merupakan keluarga yang ideal dan
dicita-citakan oleh setiap orang yang akan atau baru melangkah kejenjang
perkawinan.
5. Reproduksi
Mempunyai
anak merupakan dambaan dan prestise setiap orang yang sudah berkeluarga. Baik
orang yang tinggal di desa maupun di kota bila sudah berkeluarga anak selalu di
tunggu kehadirannya. Dengan demikian tujuan utama orang ingin mempunyai anak
adaalah alasan emosional. Banyak orang mengganggap kehadiran anak akan menambah
(memberi) suasana hangat dalam suatu keluarga. suasana kehangatan tersebut
mengakibatkan keadaan terasa damai dan tentram. selain itu masyarakat juga
beranggapan ,anak merupakan jaminan bagi hari tua mereka. Kecuali itu ada
alasan lain pada segi ekonomi, yakni mungkin untuk melibatkan sebayak mungkin
anggota keluarga dalam berbagai aktivitas dalam rangka mencukupi kebutuhan
hidup.
Apa
yang dikemukakan di atas seperti mempunyai anak dalam jumlah yang banyak, pada
saat ini rupanya sudah mulai di tinggalkan. Selain adanya anjuran pemerintah
agar pasangan usia subur (PUS) megikuti program keluarga berencana ( KB), ada
beberapa alasan mengapa mereka menghendaki keluarga kecil yaitu hanya dua atau
tiga anak saja. memang pada masa dulu banyak anak dapat meningkatkan gengsi,
tetapi sekarang zamannya sudah terbalik. Dengan alasan-alasan tertentu orang
tidak lagi mengiginkan anak banyak. untuk membatasi jumlah anak dalam satu
keluarga, maka banyak pasangan suami istri yang mengikuti program KB. Anak
merupakan karunia atau titipan tuhan yang diberikan kepada manusia (orang tua).
Dengan demikian kehadiran anak di tengah keluarga tentunya harus disyukuri.
Oleh karena merupakan titipan, maka kita harus menjaga dan merawatnya sebaik
mungkin, harus bertanggung jawab atas keselamatannya baik di dunia maupun di
akhirat.
6. Sosialisasi dan
pendidikan
Sosialisasi
dan pendidikan ini menjadi fungsi yang sangat penting, sebab dengan jumlah anak
yang sedikit saja dalam masa reproduksi, anak-anak di persiapkan menjadi
generasi yang lebih baik dari generasi yang sebelumnya. Di dalam keluarganyalah
anak mendapat pendidikan dari orang lain, mulai mengenal orang lain. Jadi
proses sosialisasi anak di mulai dari dalam lingkup keluarga terlebih dahulu.
Ini dikarenakan manusia tidaklah seperti binatang yang hidup tanpa bantuan yang
lain
Wahyu,Makalah Ilmusosial dasar
,Individu ,Keluarga dan Masyarakat Diakses,
2017
pukul 20.45
.
C. Masyarakat
Masyarakat (sebagai
terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang
yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa
Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah
sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama
lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.Menurut Syaikh Taqyuddin
An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat
apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan
kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemaslahatan.
Berikut di bawah ini adalah beberapa
pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat
adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah
suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan
akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara
ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan
suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt
masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama
dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai
kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok /
kumpulan manusia tersebut.
· Faktor-Faktor / Unsur-Unsur
Masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto alam
masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini
1)
Berangotakan
minimal dua orang.
2)
Anggotanya
sadar sebagai satu kesatuan.
3)
Berhubungan
dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling
berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
4)
Menjadi
sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama
lain sebagai anggota masyarakat
· Ciri / Kriteria Masyarakat Yang Baik
Menurut
Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan
manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
a.
Ada
sistem tindakan utama.
b.
Saling
setia pada sistem tindakan utama.
c.
Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
d.
Sebagian
atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi
manusia.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan
cara utamanya dalam bermata pencarian. Pakar ilmu sosial
mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu,
masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocok tanam,
dan masyarakat
agrikultural intensif, yang juga disebut
masyarakat peradaban.
Sebagian pakar menganggap
masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat
yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula
diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan
kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band,suku,chiefdom,dan masyarakat
Kata society berasal
dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan
yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman,
sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit,
kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan
kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Untuk menganalisa secara ilmiah
tentang proses terbenruknya masyarakat sekaligus problem-problem yang ada
sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan
beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses
terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah
penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social
dynamic). Konsep-konsep penting tersebut antara lain :
·
Internalisasi (internalization)
·
Sosialisasi (socialization)
·
Enkulturasi (enculturation).
D. Hubungan Antara Individu, Keluarga
dan Masyarakat
Aspek
individu, keluarga dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa
dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak
ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai
manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana
individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta
menumbuhkembangkan
perilakunya. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu
tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai
lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam
pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi
seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga
dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu
masyarakat tersebut.
E. Problematika Individu, Keluarga dan
Masyarakat
Masalah
sosial muncul akiba tterjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam
masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial
yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam
masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti
tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan
lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan
menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
Ø Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain.
Ø Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dan lain-lain.
Ø Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dan
sebagainya.
Ø Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dan
sebagainya.
Dendra Sudiaman,Makalah Ilmusosial
dasar ,Individu ,Keluarga dan Masyarakat
dasar
html,pada tanggal 12 Oktober 2017 pukul 20.50
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Individu
adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan
yang paling kecil dan terbatas.Keluargaadalah lingkungan yang terdapat beberapa
orang yang masih memiliki hubungan darah.Sementaramasyarakat adalah kelompok
manusia yang telah lam bertempat tinggal di suatu daerah yang tertentu dan
mempunyai aturan (undang-undang) yang mengatur tata hidup mereka untuk menuju
kepada tujuan yang sama.
Untuk
mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga
dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek
sosialnya serta menumbuh kembangkan perilakunya.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya
perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan
bencana alam.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4
(empat) jenis faktor, yakni antara lain
:
Ø Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain.
Ø Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dan lain-lain.
Ø Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dan
sebagainya.
Ø Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dan
sebagainya.
B. Saran
Dalam bermasyarakat ciptakanlah
sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar terciptanya sikap
kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
DAFTAR PUSAKA
Dendra Sudiaman,2014,Makalah Ilmusosial
dasar,Individu,Keluarga dan
Masyarakat.http://dendrasudiaman.blogspot.co.id
di akses pada tanggal 12 okrober 2017.
Wahyu,2014,Makalah Makalah Ilmusosial
dasar,Individu,Keluarga dan
Masyarakat.http://wade56.blogspot.co.id
di akses pada tanggal 12 Oktober 2017
Dendra Sudiaman,2015,Makalah Ilmusosial
dasar,Individu,Keluarga dan
Masyarakat.http://dendrasudiaman.blogspot.co.id
di akses pada tanggal 12 okrober 2017.
